Connect with us

Olimpik

Rio Haryanto Akan Menggunakan Mobil MRT05

Published

on

Manor Racing menyatakan bahwa Rio Haryanto akan mengemudikan mobil MRT05 untuk tampil di ajang balapan F1 musim 2016. Namun, seperti apa tampilan dan spesifikasi mobil tersebut masih tertutup rapat.

Mobil balap tersebut kabarnya baru akan diumumkan saat pembukaan sesi latihan di Barcelona, Senin (22/2) meskipun Rio baru mendapatkan jadwal latihan pada Rabu.

Hal ini dapat dilihat dari informasi yang disebutkan Twitter @pertaminaracing, Minggu (21/2).

Manor Racing memang belum membocorkan spesifikasi dan bentuk mobil yang akan digunakan Rio pada musim Formula 1 di 2016 tersebut.

MRT05 disebut merupakan kolaborasi antara dua produsen besar, yakni Mercedes-Benz untuk mesin dan transmisi dari Williams Advanced Engineering.

Manor Racing memastikan bahwa powertrain untuk mobil balap timnya berasal dari Mercedes-Benz, 1,6 V6 Turbo.

Untuk bisa lebih bersaing dengan tim lain, Manor Racing juga menggandeng William Advanced Engineering untuk urusan girboks.

Manor mengunggah suara mesin dari mobil MRT05 yang akan digunakan di 2016 di media sosial. Kemudian beberapa akun juga ikut mempublikasikannya.

Pada postingan tersebut, Manor menuliskan, teriakan mesin MRT05 mengagumkan, jantung mereka terasa berhenti sejenak mendengarnya.

Melihat tim Manor Racing dengan formasi yang baru, banyak merekrut teknisi yang kompeten, dan dukungan mesin Mercedes, Rio sedikit merasa lega.

“Namun sebelum saya mencobanya, saya belum tahu seberapa kencang mobil milik Manor Racing,” ujar Rio Haryanto beberapa waktu lalu.

MRT05 yang akan digunakan Rio Haryanto dan rekan pebalapnya di tim Manor Racing, Pascal Wehrlein, kemungkinan juga mengaplikasi teknologi andalan Mercedes-Benz yakni wind tunnel.

Bisa jadi, mobil yang dikendarai Rio Haryanto merupakan rancangan dari Tombaiz yang pernah bekerja untuk Benetton dan McLaren, dan terkenal sebagai salah satu master aerodinamis di balap F1.

Dengan senjata MRT05 ini, Rio Haryanto akan memulai laganya di balap F1 yang berlangsung di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, pada 18-20 Maret 2016. (mbong/dbs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Olimpik

Jika Tak Ingin Celaka, Perhatikan Tips Ini saat Berkendara Di Jalan Basah

Published

on

Berkendara di jalan basah membutuhkan kewaspadaan ekstra. Lalu, apa yang perlu diperhatikan? Berikut tips dari Founder dan Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu.

Jusri mengatakan, komponen ban dan tekanan angin harus menjadi perhatian utama. Pemilihan jenis ban dan tekanan angin sebaiknya disesuaikan dengan jenis kendaraan.

Tekanan angin yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mengurangi kemampuan traksi ban, aus ban terlalu dini, hingga merusak ban. Pengendara dapat meminta tolong pada bengkel terdekat untuk hal ini.

Ban juga harus memiliki sisa kedalaman telapak yang cukup agar mampu memecah genangan air yang ada diantara permukaan jalan dan ban. Sisa kedalaman telapak pada kendaraan kecil tidak boleh kurang dari 2 mm, sedangkan pada kendaraan besar sekitar 4-6 mm.

Garis telapak ban ini berfungsi untuk memecah genangan air. Jika sisa kedalaman telapak ban kurang dari angka tersebut, maka permukaan ban menjadi licin dan tidak mampu memecah genangan air.

Pengendara juga wajib menghitung usia ban. Bagaimana cara mengetahuinya? tahun produksi ban tertera pada dinding ban. Jika usia ban telah lebih dari empat tahun, sebaiknya segera diganti.

Kedua, pengendara wajib menurunkan kecepatan berkendara. Perlambat laju kendaraan. Sebab, berkendara pada jalan basah mengurangi daya cengkeram ban, memperpanjang jarak pengereman. Jalan mengurangi kemampuan kemudi supaya dapat menghindari gangguan.

“Setelah melewati genangan air, maka rem dapat dikeringkan dengan menginjang pedal rem secara perlahan. Rem akan panas dan mengering, sehingga pengereman bisa lebih tepat,” katanya.

Ketiga, pastikan kendaraan Anda dapat terlihat oleh pengendara lain. Lampu menjadi alat yang vital untuk berkomunikasi sesama pengguna jalan. Daya penglihatan pengendara ke jalan juga ditunjang kondisi penghapus kaca. Sebaiknya segera mengganti karet pada penghapus kaca, jika kondisinya tidak lagi maksimal untuk membersihkan.

“Pastikan itu. Daripada mengganggu visibility pengendara,” sarannya. (etw)

Continue Reading

Trending