Connect with us

Jakarta Pusat

Survey SPIN : Anies-Sandi Menang Pilkada DKI Karena Pemilih Prabowo Lebih Solid

Published

on

Jakzone.com, Jakarta – Menjelang massa tenang dan pemungutan suara 15 Februari 2017, persaingan diantara tiga pasangan calon (paslon) yang berkontestasi di Pilkada DKI 2017, makin memperlihatkan hasilnya.

Setelah sekian lama berkampanye, bersosialisasi dengan warga Jakarta, bertemu tokoh masyarakat dan melakukan debat publik para paslon sudah memperlihatkan hasil kerjanya masing-masing.

Hal ini tercermin dari hasil survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN) yang dilaksanakan pada 24 – 26 Januari 2017.

“Jika pemilihan dilakukan saat ini, ternyata pasangan Anies – Sandi memimpin dengan 41,74%,” kata Direktur SPIN Igor Dirgantara pada saat public expose hasil survei di kawasan Menteng, Rabu (8/2/2016).

Setelah Anies Sandi, hasil survei itu disusul oleh pasangan Ahok-Djarot 30,04%, dan Agus-Sylvi (24,95%), dan yang belum menentukan pilihan mengerucut di 3,27%.

“Hasil survei SPIN menunjukkan bahwa keunggulan pasangan Anies-Sandi sangat dipengaruhi solidnya dukungan pemilih warga DKI Jakarta yang pada saat Pilpres 2014 mendukung pasangan Prabowo-Hatta,” katanya.

Igor menambahkan, ada 50.9% responden yang lebih memilih prabowo, sementara 48,46% memilih jokowi, sedangkan 0.64% mengaku golput.

Dari semua responden pemilih Prabowo di DKI Jakarta, yang memilih pasangan Agus-Sylvi ada 16,04%, Ahok-Djarot 6,42%, sedangkan Anies-Sandi sebesar 72,01%, dan yang belum menentukan pilihan 5,53%.

Sementara itu, pemilih Jokowi yang memilih pasangan Agus-Sylvi sebesar 34,46%, Ahok-Djarot 54,3%, Anies-Sandi 10,49%, dan yang belum menentukan pilihan 0,75%.

Menurut Igor, hasil ini memperlihatkan bahwa pemilih di DKI Jakarta yang memilih Prabowo saat Pilpres 2014 ternyata lebih solid dukungannya kepada pasangan Anies-Sandi, ketimbang pemilih Jokowi terhadap pasangan Ahok-Djarot (terpecah).

“Pasangan Anies-Sandi juga unggul di semua kelompok usia pemilih. Sedangkan pasangan Agus-Sylvi hanya menang atas pasangan Ahok-Djarot di kelompok usia pemilih 17-24 tahun,” kata dosen politik Universitas Jayabaya itu.

Sedangkan untuk pilihan responden berdasarkan jenis kelamin, persaingan cenderung lebih ketat di segmen pemilih perempuan, sementara di segmen pemilih laki-laki, Anies-Sandi yang menjadi juaranya.

Berdasarkan hasil surveinya itu, Igor Dirgantara menyimpulkan 5 poin penting.

Pertama, pendukung Prabowo dalam pilpres 2014 cenderung memilih pasangan nomer urut 3, yaitu Anies-Sandi (72,01%).

Hanya sebagian kecil (6,42%) pendukung Prabowo yang memilih Ahok-Djarot. Bandingkan dengan pemilih jokowi, dimana hanya 54,3% pendukung Jokowi dalam pilpres 2014 yang akan memilih Ahok-Djarot.

Pendukung Jokowi di Pilgub Jakarta 2017 cenderung terpecah dan kurang solid, berbeda dengan Prabowo Subianto.

Kedua, pendukung Prabowo cenderung lebih solid daripada pendukung Jokowi, karena para pemilih Prabowo di Pilpres 2014 ternyata masih tetap mengikuti pilihan Prabowo di Pilgub DKI 2017, yaitu Anies-Sandi.

Sedangkan pemilih Jokowi di Pilpres 2014 cenderung lebih cair, yaitu sebanyak 34,46% menyatakan akan memilih Agus-Silvy, dan ada 10,49% menyatakan memilih Anies-Sandi. Sementara yang memilih Ahok-Djarot 54,3%.

Ketiga, banyaknya pemilih Jokowi yang “lari” memilih paslon lain bisa berarti bahwa pemilih-pemilih tersebut tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi atau kecewa dengan pilihannya di Pilpres 2014 lalu dan ingin memperbaiki pilihannya pada Pilgub Jakarta sekarang ini.

Keempat, banyaknya pemilih Jokowi yang tidak memilih Ahok-Djarot juga dapat di pahami karena sebagian besar pemilih Jokowi pada Pilpres 2014 tidak mempunyai ikatan batin sekuat para pemilih Prabowo yang tetap setia mendukung pilihan Prabowo pada di Pilgub Jakarta 2017.

Kuatnya ikatan batin para pemilih Prabowo ini terlihat ketika kebijakan Ahok dinilai tidak sesuai dengan perjuangan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto. Ini sebab penting mengapa para pendukung Prabowo cenderung tidak memilih Ahok di Pilgub Jakarta pada 15 Februari 2017 nanti.

Kelima, munculnya pasangan Agus Silvy yang diusung poros Cikeas oleh partai mantan Koalisi Merah Putih (selain Gerindra, PKS, dan Golkar) yang pada awalnya dianggap akan memecah suara kubu Prabowo, ternyata justru memecah suara Ahok-Djarot yang diusung PDIP, dan partai pengusung Jokowi menjadi presiden.

“Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa para pemilih Prabowo relatif konsisten dengan calon pilihan mantan Danjen Kopassus tersebut,” kata Igor.

Igor menjelaskan, survei dilakukan dengan responden sebanyak 1102, dengan teknik multistage random sampling. Margin of error 3% dan tingkat kepercayaan 95%.

Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuisioner. Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20 % dari total sample. Biaya survei berasal dari kas internal lembaga SPIN.
(vin)

Jakarta Pusat

Sinergi BUMN, Geo Dipa Gandeng SMI Kembangkan PLTP Dieng 10 MW

Published

on

Kegiatan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE), di JCC, Kamis (6/9/2018).

Jakzone.com, Jakarta – Perusahaan BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi (Geo Dipa) menggandeng kerjasama dengan BUMN pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Small Scale 10 MW.

Penandatanganan naskah kerjasama kedua BUMN tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan Geo Dipa, M Ikbal Nur dengan Direktur Pengembangan Proyek dan Advisory SMI, Edwin Syahruzad pada saat kegiatan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE), di JCC, Kamis (6/9/2018).

“Kerjasama ini merupakan realisasi dari sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu strategi kami untuk pengembangan kapasitas Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jateng,” kata Ikbal.

Ikbal yang juga Chairman pada IIGCE 2018 itu menyampaikan harapannya untuk mendapat dukungan penuh dari kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dan Kementerian Keuangan RI, sehingga para investor menjadi lebih percaya diri untuk mengembangan energi terbarukan, khususnya panas bumi.

“Dengan dukungan sinergi antar kementerian tersebut, maka para pengembang akan lebih agresif untuk melakukan percepatan pengembangan proyek panas bumi secara masif,” kata Iqbal.

Ikbal menjelaskan, saat ini potensi panas bumi Indonesia mencapai 28,5 Giga Watt (GW) yang terdiri dari total cadangan sebesar 17,5 GW dan sumber daya sebesar 11 GW. Sedangkan, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) saat ini sebesar 1.948,5 MW.

Hingga akhir tahun 2018, diharapkan kapasitas PLTP akan meningkat menjadi 2 GW dengan dibangunnya beberapa pembangkit yang saat ini dalam tahap penyelesaian.

IIGCE pada saat ini sudah memasuki usia ke 6 itu, kali ini mengusung tema “Empowering Geothermal for Indonesia Energy Sustainability” yang dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.

Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati juga berkesempatan untuk memberikan Keynote Speech bertemakan “Toward Achieving Sustainable Energy Security and Economic Growth in Indonesia” di depan seluruh peserta convention yang merupakan investor, pengembang, dan regulator di bidang panas bumi.

Sedangkan BUMN Geo Dipa kali ini menjadi tuan rumah pada kegiatan IIGCE 2018, yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE bersama dengan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), yang akan berlangsung hingga 8 September 2018. (tim)

Continue Reading

Jakarta Pusat

Sandiaga Serahkan Surat Berhenti Sebagai Wagub DKI

Published

on

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin Uno.

Jakzone.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin menyerahkan surat untuk berhenti dari jabatannya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/8/2018).

“Surat pernyataan ini berkaitan dengan pencalonan saya sebagai calon wakil presiden RI 2019/2014, sesuai dengan pasal 78 UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Dengan ini saya Sandiaga Salahuddin Uno, lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969, alamat di Kebayoran Baru, jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan ini saya menyampaikan surat pernyataan berhenti dari jabatan saya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, masa jabatan 2017/2022, surat ini saya tanda tangani. Jakarta, 9 Agustus 2018,” kata Sandiaga membacakan surat pernyataan tersebut.

Selain, ada juga surat pengantar kepada Anies yang diserahkanya untuk mohon kebijakan gubernur untuk menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, katanya.

Sementara itu, Anies mengatakan surat Sandiaga sebagai Wakil Gubernur, untuk mengundurkan diri, sejak ditandatangani 9 Agustus 2018.

“Saya sudah siapkan suratnya, jadi kalau tadi pak wagub, memberikan dua surat, satu adalah surat pernyataan berhenti dan satu lagi adalah surat kepada gubernur,” kata Anies.

Gubernur membuat surat kepada presiden meminta agar dilakukan penetapan pemberhentian, lewat Kementerian Dalam Negeri dan satu lagi kepada DPRD untuk segera diumumkan.

“DPRD mengumumkan, Presiden menetapkan. Insya Allah surat diberi hari ini,” kata Anies.

Sandiaga juga mengucapkan terima kasih kepada Anies yang selama ini membimbingnya.

“Makasih pak Anies selama ini bimbingannya. Im gonna miss this place, sekali-sekali boleh dong kangen main ke sini,” kata Sandiaga.

Kemudian keduanya berpelukan erat dan suasana terasa haru.

Anies juga memuji Sandiaga yang sangat dinamis dan aktif. Dan sudah lama sekali berteman dan bersahabat. (sus)

Continue Reading

Jakarta Pusat

Pengguna KRL Bersiasat Hindari Antrean Pembelian Tiket

Published

on

Sejumlah penumpang antre membeli tiket di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan Senin (23/7/2018). Antrean panjang yang terjadi di seluruh stasiun KRL karena adanya perbaikan sistem e-ticketing yang dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Jakzone.com, Jakarta – Sebagian pengguna KRL pada Senin (23/7/2018) memilih langsung membeli tiket untuk kembali begitu tiba di stasiun tujuan demi menghindari antrean panjang pembelian tiket kereta karena PT Kereta Commuter Indonesia sementara memberlakukan kembali penggunaan tiket kertas untuk setiap perjalanan menyusul pemeliharaan sistem tiket elektroniknya.

Di Stasiun KRL Palmerah, Jakarta Pusat, sebagian penumpang yang turun dari kereta langsung bergegas mengantre membeli tiket untuk perjalanan kembali supaya tidak perlu mengantre lama sebelum pulang sore nanti.

“Biar nanti sore enggak perlu ngantre lama untuk beli lagi,” ujar Iman (28), yang berangkat dari Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan.

Iman mengaku sempat khawatir pagi tadi harus mengantre lama untuk membeli tiket, karena itu dia langsung membeli tiket pulang begitu tiba di Stasiun Palmerah.

PT Kereta Commuter Indonesia melakukan pembaruan dan pemeliharaan sistem e-ticketing sejak Sabtu (21/7/2018). Untuk keperluan itu, pada Senin para pengguna KRL yang menggunakan kartu uang elektronik dari bank maupun pemilik Kartu Multi Trip (KMT) harus membeli tiket kertas secara manual. Harga untuk seluruh destinasi sebanyak 79 stasiun KRL dibanderol Rp3.000 untuk satu kali perjalanan.

Beberapa pengguna kereta belum mengetahui perubahan itu.

“Saya baru tahu kalau harus beli tiket kertas. Ini mau ke Kalibata, agak buru-buru sih. Kalau mesti ngantre begini, saya sudah pasti telat,” keluh Ade (46). (dev)

Continue Reading

Trending