Connect with us

Jakarta Pusat

Wujudkan Sembako Murah, Sandiaga akan Gandeng KADIN di Daerah

Published

on

Jakzone.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno langsung tancap gas untuk menepati janji program yang didengungkan selama kampanye. Meski belum dilantik, Sandi tidak ingin membuang waktu.

Demi mewujudkan program harga bahan pokok murah dan tercapai seluruh lapisan masyarakat, Sandi berkunjung ke Semarang dan bertemu Ketua Kadin Jawa Tengah, Kukrit SW. Dalam pertemuan tersebut Sandi membicarakan pasokan produk pangan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok.

Ketika tiba di Semarang, Sandi disambut secara antusias oleh warga setempat​ dengan seruan “OK OCE”. Pertemuan dengan Kukrit SW dilakukan di Bakmi Djowo Pak Doel Noemani Jalan Thamrin Nomor 4, Semarang, Jawa Tengah.

Sandi mengatakan pertemuan tersebut berlangsung kondusif. “Ketua Kadin Jawa Tengah antusias untuk memastikan kerjasama pasokan bahan pangan secara kontinu (berkelanjutan) dan penerapan penyerdehanaan rantai distribusi khususnya menjelang bulan Ramadan,” ujar Sandi

Sandi menambahkan, untuk memperlancar program harga sembako murah, ia dan pasangan Anies Baswedan akan menjalin kerjasama dengan sejumlah lembaga.

“Untuk ketersediaan bahan baku, itu semua harus kita keroyok. Kita harus ada kemitraan dengan BUMD, BUMN, KADIN, HIPMI, APINDO. Semua kita keroyok,” tuturnya.

Politikus Gerindra tersebut menegaskan kerjasama yang dilakukan kelak akan menggandeng KADIN di daerah. (ver)

Jakarta Pusat

Sinergi BUMN, Geo Dipa Gandeng SMI Kembangkan PLTP Dieng 10 MW

Published

on

Kegiatan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE), di JCC, Kamis (6/9/2018).

Jakzone.com, Jakarta – Perusahaan BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi (Geo Dipa) menggandeng kerjasama dengan BUMN pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Small Scale 10 MW.

Penandatanganan naskah kerjasama kedua BUMN tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan Geo Dipa, M Ikbal Nur dengan Direktur Pengembangan Proyek dan Advisory SMI, Edwin Syahruzad pada saat kegiatan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE), di JCC, Kamis (6/9/2018).

“Kerjasama ini merupakan realisasi dari sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai salah satu strategi kami untuk pengembangan kapasitas Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jateng,” kata Ikbal.

Ikbal yang juga Chairman pada IIGCE 2018 itu menyampaikan harapannya untuk mendapat dukungan penuh dari kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dan Kementerian Keuangan RI, sehingga para investor menjadi lebih percaya diri untuk mengembangan energi terbarukan, khususnya panas bumi.

“Dengan dukungan sinergi antar kementerian tersebut, maka para pengembang akan lebih agresif untuk melakukan percepatan pengembangan proyek panas bumi secara masif,” kata Iqbal.

Ikbal menjelaskan, saat ini potensi panas bumi Indonesia mencapai 28,5 Giga Watt (GW) yang terdiri dari total cadangan sebesar 17,5 GW dan sumber daya sebesar 11 GW. Sedangkan, kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) saat ini sebesar 1.948,5 MW.

Hingga akhir tahun 2018, diharapkan kapasitas PLTP akan meningkat menjadi 2 GW dengan dibangunnya beberapa pembangkit yang saat ini dalam tahap penyelesaian.

IIGCE pada saat ini sudah memasuki usia ke 6 itu, kali ini mengusung tema “Empowering Geothermal for Indonesia Energy Sustainability” yang dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.

Menkeu RI, Sri Mulyani Indrawati juga berkesempatan untuk memberikan Keynote Speech bertemakan “Toward Achieving Sustainable Energy Security and Economic Growth in Indonesia” di depan seluruh peserta convention yang merupakan investor, pengembang, dan regulator di bidang panas bumi.

Sedangkan BUMN Geo Dipa kali ini menjadi tuan rumah pada kegiatan IIGCE 2018, yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal EBTKE bersama dengan Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), yang akan berlangsung hingga 8 September 2018. (tim)

Continue Reading

Jakarta Pusat

Sandiaga Serahkan Surat Berhenti Sebagai Wagub DKI

Published

on

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin Uno.

Jakzone.com, Jakarta – Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Salahuddin menyerahkan surat untuk berhenti dari jabatannya kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/8/2018).

“Surat pernyataan ini berkaitan dengan pencalonan saya sebagai calon wakil presiden RI 2019/2014, sesuai dengan pasal 78 UU 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. Dengan ini saya Sandiaga Salahuddin Uno, lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969, alamat di Kebayoran Baru, jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan ini saya menyampaikan surat pernyataan berhenti dari jabatan saya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, masa jabatan 2017/2022, surat ini saya tanda tangani. Jakarta, 9 Agustus 2018,” kata Sandiaga membacakan surat pernyataan tersebut.

Selain, ada juga surat pengantar kepada Anies yang diserahkanya untuk mohon kebijakan gubernur untuk menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku, katanya.

Sementara itu, Anies mengatakan surat Sandiaga sebagai Wakil Gubernur, untuk mengundurkan diri, sejak ditandatangani 9 Agustus 2018.

“Saya sudah siapkan suratnya, jadi kalau tadi pak wagub, memberikan dua surat, satu adalah surat pernyataan berhenti dan satu lagi adalah surat kepada gubernur,” kata Anies.

Gubernur membuat surat kepada presiden meminta agar dilakukan penetapan pemberhentian, lewat Kementerian Dalam Negeri dan satu lagi kepada DPRD untuk segera diumumkan.

“DPRD mengumumkan, Presiden menetapkan. Insya Allah surat diberi hari ini,” kata Anies.

Sandiaga juga mengucapkan terima kasih kepada Anies yang selama ini membimbingnya.

“Makasih pak Anies selama ini bimbingannya. Im gonna miss this place, sekali-sekali boleh dong kangen main ke sini,” kata Sandiaga.

Kemudian keduanya berpelukan erat dan suasana terasa haru.

Anies juga memuji Sandiaga yang sangat dinamis dan aktif. Dan sudah lama sekali berteman dan bersahabat. (sus)

Continue Reading

Jakarta Pusat

Pengguna KRL Bersiasat Hindari Antrean Pembelian Tiket

Published

on

Sejumlah penumpang antre membeli tiket di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan Senin (23/7/2018). Antrean panjang yang terjadi di seluruh stasiun KRL karena adanya perbaikan sistem e-ticketing yang dilakukan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Jakzone.com, Jakarta – Sebagian pengguna KRL pada Senin (23/7/2018) memilih langsung membeli tiket untuk kembali begitu tiba di stasiun tujuan demi menghindari antrean panjang pembelian tiket kereta karena PT Kereta Commuter Indonesia sementara memberlakukan kembali penggunaan tiket kertas untuk setiap perjalanan menyusul pemeliharaan sistem tiket elektroniknya.

Di Stasiun KRL Palmerah, Jakarta Pusat, sebagian penumpang yang turun dari kereta langsung bergegas mengantre membeli tiket untuk perjalanan kembali supaya tidak perlu mengantre lama sebelum pulang sore nanti.

“Biar nanti sore enggak perlu ngantre lama untuk beli lagi,” ujar Iman (28), yang berangkat dari Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan.

Iman mengaku sempat khawatir pagi tadi harus mengantre lama untuk membeli tiket, karena itu dia langsung membeli tiket pulang begitu tiba di Stasiun Palmerah.

PT Kereta Commuter Indonesia melakukan pembaruan dan pemeliharaan sistem e-ticketing sejak Sabtu (21/7/2018). Untuk keperluan itu, pada Senin para pengguna KRL yang menggunakan kartu uang elektronik dari bank maupun pemilik Kartu Multi Trip (KMT) harus membeli tiket kertas secara manual. Harga untuk seluruh destinasi sebanyak 79 stasiun KRL dibanderol Rp3.000 untuk satu kali perjalanan.

Beberapa pengguna kereta belum mengetahui perubahan itu.

“Saya baru tahu kalau harus beli tiket kertas. Ini mau ke Kalibata, agak buru-buru sih. Kalau mesti ngantre begini, saya sudah pasti telat,” keluh Ade (46). (dev)

Continue Reading

Trending