Connect with us

Politik

Arief Poyuono : PP 72 /2016 Membuat BUMN Lebih Efisien

Published

on

Jakzone.com, Jakarta – Polemik diterbitkannya PP 72/2016 tentang holdingisasi BUMN oleh Presiden Joko Widodo, karena merubah PP 45/2005 yang diterbitkan di era pemerintahan sebelumnya. sehingga berbagai komentar dan tanggapan pun muncul.

Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono, SE mendukumg terbitnya PP 72/2016 tentang holdingisasi BUMN. Karena holdingisasai itu justru akan membuat BUMN akan lebih efisien. juga dapat mengurangi atau menghilangkan persaingan antar BUMN sejenis. Begitu juga Perusahaan Swasta yang memiliki usaha sejenis dengan usaha BUMN, tidak akan mudah lagi melakukan provokasi yang dapat merusak BUMN. Namun ia mengingatkan asal pelaksanaannya tidak menyimpang dari UU dan aturan tentang BUMN yang telah ada.

Arif menjelaskan implementasi PP tersebut sebagai upaya meningkatkan daya saing BUMN dalam menghadapi kompetisi global. “Holdingisasi justeru dapat meningkatkan profesionalisme pengelolaan BUMN. Jika holding BUMN ini benar-benar bisa direalisasikan, perekonomian di Indonesia akan lebih kuat. Terutama dalam menghadapi gejolak perekonomian global,” ungkapnya dalam diskusi bertajuk ‘Polemik Holdingisasi BUMN menurut PP 72/2016, Melemahkan atau Memperkuat Peranan BUMN Hadapi Pasar Bebas’ diselenggarakan Institut Soekarmo Hatta (ISH), Selasa (6/6/2017) sore, di Tebet, Jakarta Selatan.

Turut hadir juga sebagai pembicara diantaranya pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia, Oskar Vitriano, aktivis Petisi 28, Haris Rusly, Ketua Serikat Pekerja PT Bank Tabungan Negara (BTN), Satya Wijayantara dan Syahganda Nainggolan. Sedangkan selaku moderator M Hatta Taliwang.

Lebih lanjut Arief memaparkan, bahwa Holdingisasi akan memperkuat hak istimewa pemerintah untuk tetap memiliki saham mayoritas di anak-anak perusahaan yang tergabung dalam holding. Modal BUMN merupakan dan berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.

“Dalam penjelasan UU Nomor 19 tahun 2003 yang dimaksud dengan kekayaan negara yang dipisahkan adalah pemisahan kekayaan negara dari APBN untuk dijadikan penyertaan modal negara pada BUMN. Untuk selanjutnya pembinaan dan pengelolaannya tidak lagi didasarkan pada sistem APBN, namun pembinaan dan pengelolaannya didasarkan pada prinsip-prinsip perusahaan yang sehat,” katanya.

Sementara itu, terkait rencana pembentukan holding bank-bank BUMN, Satya Wijayantara mengatakan harus didukung penuh semua stake holder bank-bank BUMN tersebut. Hal ini penting agar holding bank BUMN dapat berjalan dengan mulus.

Satya menjelaskan, holding bank-bank BUMN akan menciptakan sinergi yang lebih baik dalam pencarian dana maupun dalam hal pembiayaan. Yang akhirnya tidak ada saling rebut pendanaan yang meyebabkan perang bunga-bunga deposito yang berujung bunga deposito melambung tinggi dan akan mengurangi kinerja antar bank. “Holding tersebut juga dapat meningkatkan sharing infrastruktur antar bank BUMN. Sehingga upaha kerja sama seperti penggabungan ATM dalam ATM Himbara bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Ia mencontohkan rencana holding bank BUMN ini akan menyatukan beberapa bank antara lain PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk. Dinilainya bisa meningkatkan kualitas dan kemampuan dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki nantinya. Dan masing-masing bank akan saling sharing data SDM yang berkualitas.

Pakar Hukum Tata Negara dari UNDIP, Leo Lapotukan menilai terbitnya PP 72/2016 merupakan kewengan pemerintah dengan tujuan yang positif. “Saya melihat semangat yang ada dalam PP 72/2016 itu semangatnya positif. Karena dengan terbitnya PP 72/2016, pemerintah mendorong BUMN mengakselerasi kegiatannya supaya bisa optomal dalam menjalankan tugas-tugasnya sehingga daya saingnya meningkat,” ujarnya.

Jika kemudian, ada yang melakukan upaya hukum karena keberatan dengan PP 72/2016 itu, menurut Leo itu sah-sah saja, dan merupakan hak setiap warga negara. Namun yang jadi pertanyaan, kenapa upaya hukum tersebut baru sekarang dilakukan. “PP 72 harus didukung karena semangatnya bagus, semoga hakim nanti bisa memutuskan adil,” pungkasnya. (igo)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Politik

Pengamat INDEF : Presiden Terpilih 2019 Harus Mampu Atasi Persoalan Pelemahan Kurs Rupiah, Tekanan Daya beli, dan Kondisi Global Yang Dinamis

Published

on

Jakzone.com, Jakarta – Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno telah resmi dideklarasikan maju untuk memperebutkan kursi RI1 dan RI2 pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, berharap, siapapun nantinya yang terpilih menjadi pemimpin di negeri ini harus memiliki komitmen yang besar untuk memajukan ekonomi Indonesia. Terlebih, mampu mengatasi pelemahan kurs rupiah, tekanan daya beli, kondisi global yang dinamis dan loyo nya kinerja ekspor.

“Untuk itu Presiden butuh sosok tim ekonomi yang kuat di 2019. Karenanya, harus menunjuk menteri yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi, sehingga fokus memajukan kepentingan nasional,” katanya di Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Adapun pemilihan Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi, dinilai membawa dampak positif bagi Indonesia. Sebab menurutnya, isu sara tidak lagi menjadi mainan politik di pilpres 2019. Namun, keputusan tersebut dinilainya cukup mengagetkan bagi pasar.

“Awalnya, pelaku pasar awalnya berharap sosok pendamping Jokowi berasal dari tokoh yang berpengalaman dibidang ekonomi bisa birokrat, akademisi atau pengusaha. Permasalahan ekonomi saat ini tidak kalah urgent dengan persoalan identitas dan kebhinekaan,” terang dia.

Ia mengungkapkan, persoalan pelemahan kurs rupiah, tekanan daya beli, kondisi global yang dinamis dan loyonya kinerja ekspor, mendesak untuk dicari solusinya.

“Presiden terpilih 2019 nanti butuh sosok tim ekonomi yang kuat di 2019,” jelas dia. (Edw)

Continue Reading

Politik

Menangkan Sudirman-Ida, PPIR Terjunkan Ratusan Purnawirawan ke Jateng

Published

on

Cagub Jawa Tengah Sudirman Said-Ida Fauziah.

Jakzone.com, Semarang – Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) telah menerjunkan hampir 350 purnawirawan perwira tinggi TNI ke Jawa Tengah untuk memperjuangkan kemenangan pasangan Sudirman Said – Ida Fauziyah. Yakni, terhitung sejak tanggal 18 Juni 2018.

Menurut Ketua Umum PPIR Mayjen (purn) TNI Musa Bangun, purnawirawan jenderal ini disebarkan ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Para jenderal tersebut bertugas menghimpun kekuatan bersama ribuan purnawirawan lain dan masyarakat di Jawa Tengah untuk memenangkan pasangan Sudirman Said – Ida Fauziyah.

Musa mengatakan, selain menghimpun kekuatan suara, pihaknya juga memastikan tidak terjadi kecurangan. “Kami ingin demokrasi berjalan baik dan tidak ternodai oleh praktik-praktik tak terpuji,” ujar Musa, Senin (25/6/2018).

Menurut Musa, para singa-singa tua ini seharusnya beristirahat menikmati hari tua bersama anak cucu di rumah. Namun, dia menolak diam karena janji mengawal dan menjaga NKRI telah terpatri di dalam hati hingga tembakan salvo mengiringi ke liang lahat.

Dia berpendapat, pasangan Sudirman Said -Ida Fauziyah adalah figur yang layak diperjuangkan dan dimenangkan. Karena, pasangan ini tidak sekadar saling melengkapi, tetapi juga berpengalaman dan tidak memiliki cacat korupsi.

Selain itu, keduanya juga merupakan pribadi yang sangat nasionalis dan religius. “Karena itu, kami menyerukan kepada para senior dan adik-adik purnawirawan, mari kita berjuang bersama memenangkan Sudirman Said – Ida Fauziyah,” katanya.

PPIR, kata dia, sebagai sayap Partai Gerindra saat ini telah menghimpun ribuan purnawirawan TNI dan Polri dalam struktur organisasi sampai ke kabupaten/kota, kecamatan, dan desa bersama sama rakyat untuk berjuang merebut kembali Indonesia Raya. (ang)

Continue Reading

Politik

Prabowo Resmikan Peluncuran Aplikasi Penggalangan Dana

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Jakzone.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan peluncuran sebuah aplikasi sarana penggalangan dana yang secara khusus untuk mendukung perjuangan politik demi perbaikan kondisi bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

“Saudara-saudara, sahabat-sahabat Pejuang Indonesia Raya, saya mengajak saudara semuanya bergabung dalam gerakan penggalangan dana rakyat @GalangPerjuangan,” kata Prabowo melalui akun medsos Facebook @PrabowoSubianto, Kamis malam (21/6/2018).

Prabowo mengajak rakyat Indonesia untuk mengorbankan sedikit harta, harta senilai sebungkus rokok atau dua bungkus mie instant kita untuk berpartisipasi dalam perjuangan rakyat.

“Kita biayai sendiri calon-calon pemimpin kita yang bersih, cerdas dan berintegritas. Kita kalahkan kandidat calon pemimpin yang zalim dan tersandera kepentingan pemodal,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia telah memilih jalan demokrasi dalam berbangsa dan bernegara. Dimana seluruh kebijakan publik yang dikeluarkan oleh seorang pemimpin adalah sebuah keputusan politik (political decision). Dan keputusan itu berdampak sangat besar bagi kehidupan rakyat.

Prabowo juga mengkritisi, jalan demokrasi Indonesia semakin dirasa melenceng dari pemikiran pendiri bangsa kita dan mengarah ke dalam liberalisasi demokrasi.

“Calon pemimpin dan Partai Politik dihadapkan pada proses demokrasi biaya tinggi sehingga hanya pihak yang memiliki modal besar dan atau didukung oleh pemilik modal besar lah yang akan menang,” katanya.

Prabowo menambahkan, demokrasi liberal berbiaya tinggi ini mengakibatkan banyaknya para pemimpin kita, di semua level mulai dari tingkat desa sampai dengan tingkat nasional tersandera oleh kepentingan pemilik modal yang mendukungnya maju di kancah pemilihan.

“Dampaknya, semakin hari semakin banyak pemimpin kita yang terjerat kasus korupsi dan persekongkolan bisnis kebijakan,” katanya.

Menurutnya, politik balas budi yang mengakibatkan seorang pemimpin negeri ini tersandera oleh kepentingan pengusaha besar, taipan, bandar, dan cukong harus segera dihentikan.

Kita semua harus mencari, mewujudkan dan menciptakan pemimpin-pemimpin yang jujur, cerdas dan memiliki integritas tanpa adanya embel-embel di belakangnya.

“Pemimpin yang merdeka karena dukungan rakyatnya, pemimpin yang semata-mata hanya memikirkan kepentingan rakyatnya tanpa segan dan takut pada siapapun. Pemimpin yang dapat mengutamakan kepentingan Bangsa, Negara dan Rakyat di atas kepentingan lainnya,” kata Prabowo.

Karena itu Prabowo mengharapkan, melalui gerakan penggalangan dana rakyat @GalangPerjuangan ini diharapkan bisa membiayai sendiri calon-calon pemimpin kita yang bersih, cerdas dan berintegritas.

Berikut, cara melakukan donasi:
1. Download aplikasi Telegram di Handphone anda

2. Setelah itu, silakan masuk dan cari akun telegram @GalangPerjuangan_bot

3. Klik “START” dan pada layar akan terdapat beberapa informasi terkait aplikasi donasi.

4. Bacalah informasi terkait aplikasi dengan seksama kemudian klik “SETUJU”

5. Anda akan mendapatkan nomor rekening donasi anda di Bank BNI atau BNI Syariah 8495002xxxxxxxxx (16 digit nomor)

6. Lakukan donasi dengan cara transfer seperti biasa via ATM, Mobile Banking dan Internet banking

7. Anda akan mendapatkan notifikasi via aplikasi telegram bila transfer anda berhasil

8. Setiap donasi yang anda transfer akan disimpan recordnya dan anda dapat melihat riwayat, jumlah dan total semua donasi dengan mudah dari HP anda.

9. Anda bisa mengikuti tutorial cara berdonasi dalam @GalangPerjuangan ini melalui Video Tutorial @GalangPerjuangan di youtube

10. Tingkatkan terus partisipasi anda dalam gerakan @GalangPerjuangan ini demi terwujudnya pemimpin yang amanah dan tidak dikooptasi oleh kepetingan pengusaha besar, taipan, bandar dan cukong.

11. Infirmasi lebih lanjut, hubungi Contact Center : Telegram id : @info_GalangPerjuangan, Whatsapp : 08578073648.

12. Bagi anda yang mengalami kesulitan dalam operasional aplikasi Telegram, anda dapat melakukan Donasi transfer langsung ke nomor rekening Galang Perjuangan sebagai berikut :

Nama : GalangPerjuangan PS
No. Rekening : 8495002001000002
Bank : Bank BNI Syariah/ BNI. (res)

Continue Reading

Trending