Connect with us

News

Pemenang Ekektabilitas Tidak Selalu Pemenang dalam Kepemimpinan Nasional

Published

on

Jakzone.com, Jakarta – Hasil survei yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rabu (24/1/2018) menyatakan elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di angka 38,4 persen. Sementara kompetitor terkuatnya, Prabowo Subianto di angka 24,6 persen. Kendati berselisih jarak 13,8 persen, disebut-sebut terdapat beberapa indikator penting yang mampu mengalahkan sang petahana tersebut.

Director Survey & Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, mengatakan, meski saat ini Jokowi masih unggul dalam hasil survei, namun kemungkinan pergantian kepemimpinan nasional bukanlah hal yang mustahil. Bahkan menurutnya, tak menutup kemungkinan duel antara Jokowi versus Prabowo akan kembali terulang.

Ia mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan survei yang belum dipublikasikan. Hasilnya, elektabilitas  Jokowi  berada di angka 38,5 persen. Sementara Prabowo Subianto sebesar 27,1 persen. dananya terpaut 11,4 persen saja.

“Artinya, duel El Clasico antara Jokowi dan Prabowo tetap terbuka lebar,” katanya melalui rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Elektabilitas dan citra Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menurutnya akan terus meningkat  jika publik melihat kinerja Anies dan Sandiaga Uno baik dan menepati janji-janji kampanyenya di DKI Jakarta.

“Sudah ada semacam indikasi re-evaluasi pemilih yang menggelinding pelan. Pemilu 2019 bisa lebih panas dari sebelumnya, kecuali jika kedua tokoh ini bersatu,” kata dia.

Hasil survey menunjukkan bahwa meskipun tetap di ranking atas, elektabilitas Presiden Jokowi sebagai petahana < 50 %. Dengan kata lain, elektabilitas Jokowi masih di bawah perolehan suaranya di Pilpres 2014.

"Ada tendensi swing voter, floating mass yang semakin membesar," terangnya.

Ia menilai, jika elektabilitas petahana dibawah 50 persen, menandakan kondisi yang berbahaya (warning). Artinya, pemilih memberikan kesempatan kepada figur lain untuk memenangi Pilpres 2019.

"Ahok yang di Pilgub DKI 2017 punya elektabilitas diatas 50 persen saja bisa kalah, apalagi jika hanya di bawah 50 persen," ujar Igor.

Perubahan Konstalasi Politik

Selain itu, kata dia, fakta bahwa PDIP memimpin hanya satu periode (Megawati Soekarno Putri 1999-2004), kemudian dikalahkan figur dari militer (SBY yang saat itu adalah Menkopolkam). Padahal, kata dia, Megawati saat itu juga punya elektabilitas diatas 50 persen.

Igor melihat, adanya pengaruh figur militer (non-sipil) yang tetap disukai publik sebagai Capres atau Cawapres. Seperti, Prabowo Subianto, SBY, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Moeldoko, bahkan AHY yang tergolong muda.

Selain itu, terdapat dinamika perubahan konstalasi politik pasca Pilgub DKI Jakarta 2017. Salah satunya, adalah dukungan parpol pendukung pemerintah ternyata relatif tidak berdampak elektoral terhadap kemenangan kandidat yang diusung, seperti kekalahan yang dialami Ahok-Djarot.

“Koalisi Gerindra-PKS-PAN berpotensi mendapat simpati publik jika konsisten dengan apa yang diperjuangkannya,” terang dia.

Menurut Igor, saat ini masyarakat sudah bisa membandingkan, dan merasakan kinerja kepemimpinan Jokowi. Munculnya polemik isu-isu penting yang mencuat, seperti isu kebangkitan PKI, perppu ormas, presidential thrashold, penegakan ham, pemberantasan korupsi, menurunnya daya beli masyarakat (ekonomi), impor beras, dll, mewarnai diskursus dan embrio matra konflik horizontal.

“Ada problem keselarasan antara janji dan realitas,” jelasnya.

Igor memprediksi, jika tokoh lama di Pilpres 2014 (Jokowi vs Prabowo) kembali berkompetisi, maka posisi pendamping Presiden (Cawapres) adalah yang paling krusial dan signifikan. Tentu tidak menutup kemungkinan munculnya atau dimunculkannya figur baru sesuai momentum.

“Terutama jika terjadi perpecahan koalisi parpol di pemerintahan,” ujarnya. (tim)

Jakarta Selatan

Sudin PE Jaksel Targetkan Beri Pelatihan 1.600 IKM

Published

on

Kepala Suku Dinas PE Jakarta Selatan, Suryanto.

Jakzone.com, Jakarta – Suku Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Jakarta Selatan menargetkan akan memberikan pelatihan terhadap 1.600 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayahnya pada tahun ini.

Kepala Suku Dinas PE Jakarta Selatan, Suryanto mengatakan pelatihan akan dimulai pada Juli hingga September mendatang. Kegiatan ini juga digelar dalam rangka mendukung program OK OCE di Ibukota.

“Kami targetkan bisa melatih 1.600 IKM tahun ini. Saat ini masih dalam tahap persiapan,” ujarnya, Jumat (18/5/2018).

Ia mengaku telah meminta setiap kecamatan untuk mencari 160 IKM yang akan diikutsertakan dalam pelatihan ini. Sehingga pelatihan bisa merata di seluruh kecamatan yang ada di Jakarta Selatan.

“Pesertanya tiap kecamatan 160 orang. Total ada 10 Kecamatan. Jadi merata pelatihannya,” katanya.

Kepala Seksi Industri dan ESDM Suku Dinas PE Jakarta Selatan, Zulkarnaen Nasution menambahkan, ada empat bidang pelatihan yang akan diberikan kepada para pelaku IKM. Masing-masing bidang kuliner, fashion, kerajinan, serta servis elektronik.

“Pelatihan nanti akan digelar selama empat hari dan setiap pelatihan akan diikuti 60 peserta,” jelasnya.

Menurut Zulkarnaen, lokasi pelatihan nantinya digelar di berbagai tempat. Di antaranya seperti kantor kecamatan dan kelurahan serta Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

“Kita juga akan bekerja sama dengan pendamping OK OCE sebagai narasumber,” tandasnya. (nwi)

Continue Reading

Jakarta Selatan

Warga Kalibata Evakuasi Ular Sanca Sepanjang Tiga Meter

Published

on

Warga Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan dikejutkan dengan adanya seekor ular sanca sepanjang tiga meter di saluran air, Kamis (17/5/2018) malam.

Jakzone.com, Jakarta – Warga Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan dikejutkan dengan adanya seekor ular sanca sepanjang tiga meter di saluran air, Kamis (17/5/2018) malam.

Diperkirakan ular itu merupakan peliharaan warga yang terlepas, namun tidak diketahui pemiliknya.

Lurah Kalibata, Deni Isnandar mengatakan warga pertama kali melihat ular tersebut pukul 21.00. Tak lama ular itu dievakuasi warga kemudian dilaporkan ke Satuan Pelaksana Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kecamatan Pancoran.

“Warga evakuasi sendiri. Dan Alhamdulillah tidak ada halangan. Kami langsung koordinasi dengan Sudin KPKP di kecamatan,” ujarnya, Jumat (18/5/2018).

Ia menuturkan, ular tersebut ditemukan di saluran air depan rumah warga yang berbatasan antara Jalan Kalibata Selatan RT 03/04 dengan Kalibata Tengah Pomad RT 05/06. Usai dievakuasi, ular kemudian diamankan di salah satu rumah Ryan Turyono, salah satu warga.

“Rencananya akan diserahkan ke Taman Margasatwa Ragunan,” tandasnya. (nwi)

Continue Reading

Jakarta Pusat

Dharma Jaya-UKM OK OCE Bakal Jalin Kerja Sama Kemitraan

Published

on

Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi.

Jakzone.com, Jakarta – Direktur Utama PD Dharma Jaya, Marina Ratna Dwi Kusumajati mengatakan, pihaknya akan menjalin kerja sama kemitraan dalam menjual daging dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan program One Kecamatan One Centre for Entrepreneurship (OK OCE)

“Dengan kerja sama ini, para UKM binaan OK OCE akan menjual daging dari Dharma Jaya dengan harga yang telah kami tentukan. Selanjutnya, dari hasil penjualan tersebut para UKM ini akan diberikan fee marketing,” ujarnya, Jumat (18/5/2018).

Dijelaskan Marina, untuk fee marketing beragam. Misalkan jika menjual daging seharga Rp 85-89 ribu, para pedagang yang menjadi mitra tersebut akan mendapatka fee marketing sebesar Rp 2.000. Selanjutnya, jika para pedagang bisa menjual daging lebih dari Rp. 100 ribu makana akan diberikan fee marketing sebesar Rp 5.000.

Yang jelas, para pedagang yang menjadi mitra dalam penjualan daging ini merupakan UKM binaan OK OCE yang telah memenuhi persyaratan dan kesepakatan.

“Akan tetapi, sebelum dimulai para UKM yang terpilih menjadi mitra ini akan diberikan pelatihan dan mekanisme penjualan terlebih dahulu,” tandasnya. (nwi)

Continue Reading

Trending