Connect with us

Jakarta Barat

Bimtek Program Kampung Iklim akan Digelar Pemkot Jakbar

Published

on

Jakzone.com, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Barat, akan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengisian data Program Kampung Iklim (Proklim), pada 13-14 Februari nanti. 

Wali Kota Jakarta Barat, Anas Efendi, meminta seluruh camat dan lurah serta instansi terkait lainnya agar mengoordinasikan lokasi Proklim skala rukun warga (RW) untuk diusulkan ke tingkat provinsi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Camat dan lurah harus melakukan pembinaan dan pendampingan Proklim skala RW,” kata Anas Efendi, Senin (12/8/2018).

Dikatakan Anas, pembinaan dan pendampingan yang dimaksud adalah budidaya pertanian rendah emisi gas rumah kaca (GRK) dan peningkatan tutupan vegetasi, pengelolaan dan pemanfaatan sampah, pengendalian penyakit terkait iklim, peningkatan ketahanan pangan dan energi, serta urban farming. 

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah melakukan pendataan lokasi proklim dari 56 kelurahan dan delapan kecamatan di Jakarta Barat. 

“Jumlah Proklim skala RW mencapai sekitar 85 lokasi,” tandasnya. (nwi)

Jakarta Barat

Pemprov DKI Harus Evaluasi Penyediaan Rusun Bagi Warga Jakarta

Published

on

Tower 1 Rusunawa Rawa Buaya / Jakzone

Jakzone.com, Jakarta – Meski Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat telah siap dihuni, namun hingga kini Rusunawa tersebut masih kosong tak berpenghuni bak bangunan terbengkalai. Padahal, dua dari lima tower yang ada sudah siap ditempati. Namun sayangnya, tak satupun warga yang menempati rusunawa tersebut.

Berdasarkan penelusuran Jakzone, sebanyak lima tower berdiri tegak di lokasi yang terletak di dekat perempatan Cengkareng, Jakarta Barat. Dua tower telah siap digunakan, sementara tiga lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Salah satu Tower di Rusun Rawa Buaya / Jakzone

Setiap towernya, terdiri dari enam belas lantai. Lantai satu hingga lantai tiga merupakan lokasi binaan (Lokbin) bagi pedagang binaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Sedangkan lantai empat hingga enam belas merupakan hunian tempat tinggal sewa bagi masyarakat.

Di lantai lima dan enam rusun tersebut, Jakzone tak sekalipun menemukan warga ataupun masyarakat yang menghuni kawasan rusun. Kondisi tampak sepi, masing-masing pintu hunian terkunci dan ruangan dalam hunian dapat terlihat dari jendela. Menandakan hunian itu belum di tempati.

Kondisi yang sama pun ditemui di lantai tujuh rusun. Bahkan kondisi debu di tembok, keramik mulai kotor dipenuhi pasir-pasir, begitupun dengan ruangan hunian yang berukuran kurang lebih 6×6 meter itu masih gelap dan belum terpasang lampu.

Lantai Enam Rusun Rawa Buaya (Kondisi Kosong Tanpa Penghuni) / Jakzone

Saat penelusuran dilakukan, Jakzone ditemani oleh salah satu petugas keamanan rusun, Hendra (41). Dirinya membenarkan belum adanya warga yang menempati rusun tersebut.

“Belum ada warga yang nempatin sama sekali disini, mas. Beberapa waktu lalu ada yang nempatin di lantai empat dan enam. Tapi hanya beberapa orang. Gak lama, mereka mengembalikan kunci dan tak nempatin rusun ini lagi,” ujarnya di lokasi, Minggu (12/8/2018).

Ia mengatakan, rusunawa sudah siap digunakan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan sepengetahuannya sejak tahun 2017 tepatnya di kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, rusunawa tersebut telah diserahterimakan oleh pengembang Jaya Konstruksi Pemprov DKI.

“Palingan kalau malam hingga pagi, aktivitas pasar cukup ramai di lantai dasar. Pedagang kan ada yang jualan. Karena pasar dibawah itu (Lokbin) aktif saat malam hari,” ucap dia.

 

Siap Digunakan

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Rawa Buaya, Sarjoko, mengatakan, Rusunawa Rawa Buaya sebenarnya sudah siap digunakan sejak beberapa waktu lalu. Dua dari lima tower Rusun Rawa Buaya siap dihuni.

“Mengenai penempatan, pastinya diwewenang Dinas Perumahan DKI Jakarta,” kata Sarjoko di Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Adapun fasilitas di tower Rusunawa Rawa Buaya, kata dia, terdapat lift dan pasar tradisional di lantai dasar. Tak hanya itu, untuk unit rusun bertipe 36 memiliki total unit sebanyak 358 unit.

“Kelima tower itu kalau ditotalnya ada 778 unit. Untuk menghuni dimulainya dari lantai empat ke 16. Jadi ada 16 lantai. Per-lantainya itu ada 13 unit. Masing-masing menara di lantai dasar ada pasar tradisional. Sudah teraliri air dari Palyja, instalasai gasnya sudah ada. Unit tipe 36, dua kamar tidur dan kamar mandi bagian dalam, dapur juga sudah ada. Lengkap. Tinggal dihuni saja,” ungkapnya.

Sarjoko menerangkan, dari lima tower yang ada, dua tower dibangun oleh PT Jaya Kontruksi sementara tiga tower lainnya oleh PT Proyek Pembangunan.

Ia mengungkapkan, rencananya rusunawa itu akan disediakan untuk warga Taman Kota, Kembangan yang terbakar beberapa waktu lalu.

“Sosialisasi sudah, dikasih liat unit sudah. Dikasih bebas milih unit udah. Tapi mereka enggak mau, saya enggak tahu alasanya apa,” ucap Sarjoko.

Ia mengatakan, sempat mengetahui soal rencana warga korban kebakaran yang pernah terjadi di Kembangan dan Tambora untuk direlokasi ke rusun dari media massa. Ia menambahkan, jika memang benar ada pemindahan itu, Rusun Rawa Buaya memiliki menara yang siap dihuni sebanyak dua menara.

 

Evaluasi Aspek Penting

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan, hendaknya Pemprov DKI melakukan evaluasi atas kondisi beberapa rusun yang ada di Jakarta. Dalam melakukan penyediaan rusun bagi warga, kata dia, Pemprov DKI hendaknya memerhatikan faktor sosial demografi penduduk.

“Rusun lebih diproyeksikan bagi keluarga muda atau tenaga kerja produktif yang lebih membutuhkan rusunawa di pusat kota,” katanya di Jakarta, Minggu (12/8/2018).

Aspek lainnya yang tidak kalah penting menurutnya adalah membangun budaya hidup di hunian vertikal.

“Seperti berinteraksi dengan tetangga, bagaimana penggunaan fasilitas air, listrik, dan pengolahan sampahnya. Termasuk kemungkinan adanya konflik dengan pengelola rusun,” ungkap dia.

Selain itu, lanjut Nirwono, manajemen rusun juga harus dilakukan pembinaan secara profesional. Mulai dari penataannya, pengelolaannya, pemberian sanksi jika ada yang melanggar aturan bersama, hingga aturan penggunaan fasilitas umum.

“Baik pengelola maupun penghuni harus bekerjasama merawat bangunan. Penghuni juga dibekali bagaimana merawat dan menggunakan fasilitas yang ada di rusun dengan baik,” terangnya. (Edu)

 

 

 

 

Continue Reading

Jakarta Barat

Sudin Gulkarmat Berhasil Padamkan Kebakaran di Jakbar

Published

on

Sudin Gulkarmat saat memadamkan api yang membakar satu kamar hotel di Jalan Tomang Raya, Grogol Petamburan.

Jakzone.com, Jakarta – Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat, berhasil memadamkan api yang membakar satu kamar hotel di Jalan Tomang Raya, Grogol Petamburan.

Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Rompis Romlih mengatakan, pihaknya mengerahkan 11 unit mobil pemadam untuk mengantisipasi api agar tak menjalar ke kamar lain di hotel tersebut.

“Kobaran api berhasil  dipadamkan dalam kurun waktu sekitar 10 menit kemudian,” ujar Rompis, Rabu (20/6/2018).

Ia menambahkan, diduga penyebab kebakaran berasal dari dupa yang dibakar oleh penghuni kamar hotel di lantai tujuh tersebut. (nwi)

Continue Reading

Jakarta Barat

Festival Beduk Tingkat Kota Jakarta Barat Digelar

Published

on

Festival beduk tingkat kota Jakarta Barat, Senin (28/5/2018), resmi digelar.

Jakzone.com, Jakarta – Festival beduk tingkat kota Jakarta Barat, Senin (28/5/2018), resmi digelar. Kegiatan yang dibuka Wakil Wali Kota M Zen, diikuti perwakilan dari delapan kecamatan dan Sudin Pariwisata dan Kebudayaan.

Dalam sambutannya, M Zen berharap, para peserta bisa tampil maksimal dan menunjukkan kepiawaiannya agar bisa jadi juara dan mewakli Jakarta Barat pada Festival Beduk tingkat provinsi.

“Saya berharap pemenang Festival Beduk Jakarta Barat dapat meraih juara di tingkat provinsi nanti,” ujarnya.

Dia menjabarkan, pada lomba ini kategori yang dinilai antara lain tampilan beduk dan peralatan, cara memukul, irama dan kekompakan. Pemenang pertama tingkat kota bakal dapat uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, juara dua Rp 3 juta dan juara ketiga Rp 2 juta.

“Saya berharap peserta festival lomba beduk kali ini bisa meningkatkan kualitasnya,” tandasnya. (nwi)

Continue Reading

Trending